Menu Close

Tragedi Kanjuruhan

Lagi dan lagi berita sepak bola Indonesiakembali dirundung duka, disaat melonjaknya harga BBM yang makin menguras rakyat kecil. Dan kini sepak bola Indonesia harus menghadapai sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan. Pencinta sepak bola yang seharus nya menikmati permainan tim kesayangannya, namun malah menjadi korban dari kerusuhan di lapangan hijau.

Peristiwa ini akan menjadi catatan kelam bagi sepak bola Indonesia. Dan ini kan berpengaruh terhadap reputasi sepak bola Indonesia dimata sepak bola dunia . ada beberapa hal yang seharusnya ditelusuri, agar tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas kejadian mengerikan tersebut.

  • Pendukung yang datang ke stadion tidak sesuai dengan kapasitas stadion.

Seperti nya kita tahu, kasus suporter yang datang dan tidak mempunyai tiket masih banyak terjadi di berbagai tempat di stadion di seluruh Indonesia. Terutama disaat pertandingan besar dan pertandingan dengan rivalitas tinggi. Untuk kasus tersebut, tentunya harus pertanyakan kepada panitia penyelenggara. dikarenakan hanya panitia yang menentukan jumlah penonton. Maka dari itu panitia penyelenggara harus bertanggung jawab atas membeludaknya penonton.

  • Kepolisian telah meminta untuk memajukan waktu kick-off.

Seperti yang kita ketahui, rivalitas antara Arema FC dan Persebaya Surabaya telah terjadi begitu lama, sama seperti rivalitas dalam pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta.  Apabila Arema FC dan Persebaya atau Persib bertemu dengan Persija bertemu, hampir sering terjadi kerusuhan, diluar maupun di luar lapangan, yang sangat memilukan disaat penonton melakukan kerusuhan diluar lapangan, menyebabkan banyak warga yang tidak tahu menau, menjadi korban kekesalan penonton disaat tim kesayangannya harus mengalami kekalahan oleh rivalnya. oleh karena itu Pihak kepolisian telah mengintisipasi kejadian tersebut, dengan meminta mamajukan jadwal pertandingan kepada panitia pelaksana. Akan tetapi usulan tersebut tidak di laksanakan oleh PT Liga Indonesia Baru. Ini menjadi pelajaran bagi PT liga Indonesia Baru.

  • Gas air mata mejadi salah satu penyebab banyak korban jiwa disaat kerusuhan terjadi.

Mengapa pihak kepolisian terlalu cepat untuk menggunakan gas air mata?. Mungkin akan berbeda jika pihak keamanan menggunkan water canon, karena kerusuhan pun akan berhenti meski menggunakan water canon. Penggunaan gas mata terbilang terlalu berlebihan dilihat dari banyaknya suporter anak dibawah umur dan wanita.

  • Berdesak-desakan dan terinjak-injak jadi salah satu yg menyebabkan banyak nya korban jiwa

Jika dilihat dari video yang tersebar reaksi penonton yang berusaha keluar berdesak-desakan karena kepanikan, hingga banyak yang terinjak karena untuk menyelamatkan diri dari kerusuhan. Ditambah lagi dengan meluncurnya gas air mata ke arah penonton oleh petugas kepolisian. Menggunakan gas air mata  oleh pihak kepolisian dianggap memang sudah menjadi prosedur, untuk mengamankan para pemain dan staff yang masih berada di lapangan. Akan tetapi prosedur tersebut menyebabkan banyak nya korban jiwa. Oleh karena itu pihak kepolisian harus ikut bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

  • Memaksakan datang ke stadion meski tidak memiliki tiket

Masih terlalu banyak suporter yang datang ke stadion tanpa memiliki tiket. Banyak suporter yang memaksa masuk meski tidak mempunya tiket. Biasanya mereka memaksa masuk stadion dengan cara memanjak pagar. Ini menjadi PR bagi panitia penyelenggara agar selalu menjaga pintu gerbang masuk stadion.

  • Pemukulan aparat terhadap suporter

Aksi kurang baik dilakukan oleh pihak aparat kepolisian maupun anggota TNI yang banyak tersebar dalam video diberbagai media social.

Leave a Reply

Your email address will not be published.