Menu Close

Naik Gaji di Awal Tahun? Begini Cara Mengelolanya

Untuk pekerja dari jam 9 – 6 alias pekerja kantoran, awal tahun biasanya menjadi momen penting paling ditunggu. Apalagi kalau bukan karena awal tahun adalah momen naik gaji beserta bonus tahunan yang sudah waktunya cair. 

Kamu mungkin sudah memiliki daftar barang yang ingin dibeli atau aktivitas yang ingin dilakukan pasca naik gaji. Terlebih kalau kamu sudah tahu besaran atau persentase naik gajimu dengan melihat performa kerjamu tahun lalu. Makin besar nominalnya, mungkin akan makin besar juga keinginan untuk menggunakannya. 

Selain jadi kabar menggembirakan, naik gaji di awal tahun sekilas terlihat kalau kita “punya uang lebih”. Padahal, kenaikan gaji biasanya juga disesuaikan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional setiap tahunnya. Ini artinya, kalau gajimu naik, kebutuhan dan harga-harga juga cenderung akan naik. 

Di sinilah pentingnya untuk diam sejenak dan mereview kembali keuangan pasca naik gaji. Boleh-boleh saja merayakan sesaat, tetapi jangan sampai impulsif. Sebab, di balik gaji yang naik, ada kebutuhan yang perlu dipenuhi dan diatur supaya kamu bisa menabung lebih banyak dan punya tujuan keuangan yang lebih matang. 

Bagaimana caranya? Yuk kita bahas satu per satu berikut ini. 

Review keuangan dan buat daftar prioritas

Awal tahun biasanya menjadi awal yang segar bagi keuangan, terlebih setelah naik gaji. Supaya kamu bisa mengatur gaji baru dengan bijak, kamu perlu melakukan review terlebih dulu untuk keuangan di tahun lalu. Mana yang sudah baik, mana yang perlu diperbaiki. Dengan tahu kesalahan keuangan di tahun lalu, kamu bisa menjadikannya sebagai pelajaran agar tidak terulang di tahun yang baru. 

Selain itu, buat daftar prioritas kebutuhan barumu di tahun ini. Terlebih jika kamu beralih status, dari lajang menjadi menikah misalnya. Otomatis, kebutuhanmu akan bertambah lebih banyak. Gaji yang baru bisa menjadi dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Tabungan dan dana darurat tetap nomor satu

Meski hasrat untuk konsumtif tinggi pasca naik gaji, penting untuk mengingat bahwa tabungan dan dana darurat tetaplah nomor satu. Kalau perlu, autodebet langsung di awal saat baru terima gaji. Jangan tunggu sampai ada uang sisa, baru kamu menabung atau memasukkannya ke dana darurat. 

Dalam keuangan, kamu bisa menggunakan formula 40/30/20/10, di mana 10%n dari penghasilan digunakan untuk tabungan, dana pensiun, atau asuransi kesehatan. Tidak akan ada kerugian yang ditimbulkan dari menabung. Justru sebaliknya, kamu akan merasakan banyak manfaat, terlebih di kala darurat.

Buat rencana keuangan jangka pendek dan jangka panjang

Tanpa adanya rencana keuangan, uang bisa mengalir begitu saja tanpa disadari. Tau-tau habis. Maka dari itu, supaya kamu bisa lebih disiplin mengatur uang, kamu bisa menyiasatinya dengan membuat rencana keuangan jangka pendek dan jangka panjang yang bisa dijangkau. Misalnya, dalam waktu dekat, kamu ingin bisa merenovasi rumah. Oleh karena itu, kamu perlu membuat rencana menabung untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Makin besar motivasi rencananya, akan semakin baik. 

Jangan tergoda untuk meningkatkan gaya hidup

Biasanya makan sederhana beli di warung makan atau bawa bekal, terus pengen makan di restoran lebih sering pasca naik gaji. Well, boleh aja, selama kondisi finansialmu memadai. Yang menjadi masalah adalah jika hal tersebut dipaksakan dan ilusi semata dari efek naik gaji. Menaikkan gaya hidup adalah hal yang mudah dilakukan, namun menurunkannya akan sangat sulit. Sehingga, kamu perlu berhati-hati agar kenaikan gaji tidak malah membuatmu salah arah dalam keuangan. 

Punya rencana ambil pinjaman atau KPR? Pertimbangkan matang-matang 

Ketika naik gaji, mungkin kamu akan merasa bahwa keuanganmu punya banyak ruang untuk “bernapas”. Dari sana, kamu mungkin punya rencana untuk menjadikan hal tersebut sebagai kesempatan untuk mengambil pinjaman atau cicilan lebih besar. Seperti KPR, KTA untuk biaya nikah, dan lain sebagainya. 

Namun, penting juga untuk diingat bahwa jumlah cicilan per bulan yang harus kamu bayar, nggak boleh lebih dari 30% total penghasilanmu. Terlebih jika kamu mau kondisi keuangan tetap sehat. 

Pengambilan kredit jangka panjang seperti KTA atau KPR, sebaiknya diperhitungkan matang-matang. Bukan hanya soal kondisi finansial, tetapi juga kestabilan pekerjaan saat ini agar di masa depan, nggak terjadi kredit macet dari KTA atau KPR yang kamu ambil. 

Bukan hanya yang jangka panjang, pinjaman jangka pendek seperti cicilan tanpa jaminan dari fintech seperti Kredivo, pun pengajuannya harus dipertimbangkan dengan bijak. Biasanya, dalam kondisi mendesak, layanan pinjaman online bisa menjadi solusi sementara dari kebutuhan kita. Perhitungkan kebutuhan, pengajuan pinjaman, bunga, tenor, dan kemampuan kita dalam membayar pinjamannya. 

Plus, pilih layanan pinjaman yang bisa memberikan bunga rendah. Dalam kategori cicilan tanpa jaminan, Kredivo adalah yang terbaik. Sebab, dengan fitur Pinjaman Tunai di Kredivo, kamu bisa mengajukan pinjaman dana mulai 500 ribu sampai dengn puluhan juta. Suku bunga yang ditetapkan Kredivo hanya 2,6% per bulan, dengan tenor 1/3/6 bulan. Ada juga fasilitas kredit lain yang bisa kamu manfaatkan seperti cicilan 0% untuk belanja di e-commerce dan merchant rekanan Kredivo. Cocok untuk kamu yang belum punya akses kredit & ingin mencoba memilikinya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *