Menu Close

5 Cara Efektif Melunasi Utang

Kondisi pandemi tidak bisa dimungkiri memang memberikan tekanan secara ekonomi. Ada banyak keluarga yang pada akhirnya memang mengandalkan berutang. Namun demikian, saat memiliki keinginan atau niat berutang, tetaplah harus dilandasi dengan niat untuk melunasinya sesuai dengan kemampuan dan kondisi finansial.

Ada beberapa cara efektif dalam melunasi utang. Mulai dari merencanakan besaran pinjaman di awal, hingga mengatur besarannya agar tidak membebani beban operasional bulanan. Keberadaan pinjaman online cepat cair dan mudah memang menjadi salah satu pemicu mudahnya mengajukan utang. Namun, tetap harus disertai kesadaran untuk melunasinya tanpa harus membebani kebutuhan bulanan.

Berikut ini adalah beberapa cara efektif dalam melunasi utang, simak sampai akhir ya.

1. Mencatat total semua utang

Langkah awal dalam melunasi utang adalah dengan mencatat semua utang yang ada. Harapannya agar kita bisa tahu mana utang-utang yang memang prioritas untuk segera dilunasi. Ukuranya adalah dengan melihat beban paling besar mulai dari bunganya, biaya adminnya jika ada, maupun tenornya.

Setelah mencatat semua utang. Bandingkan dengan kondisi finansial. Jika persentase utang lebih dari sepertiga penghasilan, artinya harus ada utang-utang yang ditutup. Agar, kebutuhan bulanan tidak terganggu dengan beban utang yang ada.

Perlu dibedakan juga mana utang yang konsumtif, mana utang produktif. Utang konsumtif harus lebih diutamakan untuk segera dilunasi dibandingkan dengan utang produktif.

2. Mulai rencanakan besaran utang sebelum meminjam

Berkaca dari utang-utang yang ada, kuncinya adalah keseimbangan dalam mengatur keuangan. Nah, besaran utang yang diperbolehkan menurut beberapa pakar keuangan itu hanya sepertiga dari penghasilan.

Secara sederhana hitungannya adalah jika kamu punya pendapatan bulanan Rp10 juta, artinya utang bulanan tidak boleh melebihi dari Rp3 jutaan. Agar Rp7 juta sisanya tetap bisa digunakan untuk kebutuhan pokok. 

Oleh karena itu, jika belum memiliki utang apalagi sudah ada utang lain, pastikan bahwa besaran keseluruhannya tidak melebihi dari sepertiga penghasilan tetap setiap bulan. 

3. Membayar utang dengan bunga paling tinggi

Jika sudah menginventarisasi jumlah utang serta jenisnya, maka pilihlah salah satu utang yang harus segera dilunasi yaitu utang konsumtif dengan bunga paling tinggi.

Utang konsumtif misalnya utang yang digunakan untuk membeli pakaian tambahan atau hal-hal yang sebenarnya sudah dimiliki tetapi hanya beda tipe dan modelnya saja. Contoh lain, jika sudah punya satu handphone yang mumpuni, tidak perlu berutang untuk membeli handphone kedua untuk kebutuhan yang sama.

4. Mencari penghasilan tambahan

Utang tetaplah beban yang harus ditanggung dan dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu, jika memang ada kebutuhan mendesak dan harus berutang, pastikan bahwa ada penghasilan lain yang bisa menutupinya. 

Jika limit aman sepertiga penghasilan sudah harus dibebani dengan membayar utang, mau tidak mau harus mencari penghasilan tambahan dari sumber lain. Agar, kebutuhan pokok tidak terganggu. Pastikan juga punya dana cadangan untuk kondisi darurat sehingga tidak perlu lagi menambah utang. 

5. Hanya meminjam pada perusahaan legal dengan bunga rendah

Dalam kondisi terjepit, apalagi kondisi darurat saat membutuhkan dana, solusi yang dicari saat ini selain lewat saudara atau keluarga, bisa juga lewat pinjaman online cepat cair dan mudah. Tapi, waspadalah dengan pinjaman online ilegal yang justru sangat merugikan calon debitur.

Pinjamlah di perusahaan yang sudah memiliki izin operasional dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Sehingga perlindungan hukum terhadap debitur lebih terjamin. Salah satu yang direkomendasikan seperti Kredivo.

Kredivo sudah lama dikenal sebagai salah satu perusahaan pinjaman online terkemuka. Selain menawarkan bunga rendah 2,6% perbulan, Kredivo juga memberikan plafon pinjaman yang tinggi dibandingkan perusahaan lain hingga Rp30 juta. Tenornya juga fleksibel mulai dari 3, 6 sampai dengan 12 bulan. 

Opsi meminjam di perusahaan yang legal jelas ada payung hukumnya. Berbeda dengan perusahaan ilegal yang sering menawarkan pinjaman lewat WA ataupun SMS tanpa kita ketahui bagaimana cara mereka mendapatkan nomor kita. Maka, waspadalah terjebak pinjaman online ilegal, agar terhindar dari kesulitan melunasi utang karena bunganya yang sangat tinggi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *